Serba Serbi komplit

6 Tips Ampuh Membersihkan Hati Secara Alami

No comments:
Apa pun yang Anda makan, hati harus menanggung beban dalam memainkan perannya sebagai kunci dalam menghilangkan zat beracun dari tubuh. Selain itu, makan yang terkontaminasi atau makanan yang tidak higienis dan air dapat menempatkan Anda pada risiko penyakit hati. Dan karenanya, tidak hanya penting untuk berpikir dua kali tentang apa yang Anda makan, tetapi juga termasuk makanan yang membantu dalam meningkatkan berfungsinya organ.
Tips Ampu Membersihkan Hati Secara Alami
Makanan yang baik untuk kesehatan organ hati
Apa yang bisa lebih baik dilakukan dari pada mengkonsumsi makanan yang membantu dalam membersihkan hati sehingga mengurangi beban racun pada hati. Oleh karena itu, berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa dokter yang ahli dalam bidang tersebut akan berbagi tips diet sederhana untuk detoksifikasi hati. Berikut Tips yang dapat anda terapkan pada diri anda setiap hari agar terhindar dari penyakit hati yang dapat merusak organ tubuh berharga anda:

1.Makan Buah-buahan Segar dan Sayuran
Makan makanan yang kaya serat dan antioksidan, akan membantu dalam membilas racun dari tubuh, sehingga membantu dalam fungsi normal hati. dalam hal ini buah-buahan dan sayuran sangat penting untuk diterapkan seperti Apel, wortel, bit dan sayuran berdaun hijau untuk kenari dan bawang putih, termasuk makanan ini dalam diet Anda secara teratur dapat membantu dalam mencegah penyakit hati. Wortel yang sarat dengan niacin, vitamin B2, sangat diperlukan untuk pemecahan makanan dan juga menghindari penyerapan kembali senyawa beracun yang menyebabkan karena pemecahan makanan. Sama seperti itu, bawang putih dikemas dengan selenium dan bit mengandung pektin, yang semuanya memainkan peran kunci dalam detoksifikasi hati.

Baca Juga: 6 Tips Ampuh untuk Menjaga Kesehatan Ginjal

2. Gunakan Minyak Zaitun untuk Memasak
Minyak zaitun tidak padat juga tidak tinggi kalori. Bahkan, menggunakan minyak ini membuat Anda kenyang untuk waktu yang lebih lama dan mencegah Anda dari makan sebanyak-banyaknya yang tidak perlu. Selain itu, juga mengurangi keinginan gula dan mengandung omega-3 lemak yang sangat sehat untuk dikonsumsi, sehingga menurunkan risiko penyakit liver. Dan karenanya, efek keseluruhan pada hati berkurang sehingga membantu dalam penyerapan nutrisi dan membantu dalam eliminatng racun dari tubuh.

3. Makan Biji-bijian Sebagai Alternatif
Dr Vij menunjukkan bahwa mengkonsumsi biji-bijian alternatif seperti quinoa, millet dan soba atas yang halus, mungkin membantu dalam mengurangi beban racun pada hati. Butir ini mengandung serat, yang memainkan peran kunci dalam membersihkan racun disaring oleh tubuh sehingga zat-zat berbahaya ini tidak diserap oleh sel-sel sehat.

Lihat Juga: 22 Buah dan Sayuran Terbaik untuk Penyakit Diabetes

4. Sertakan Sayuran dalam diet
Sementara sayuran berdaun tidak diragukan lagi untuk menjaga kesehatan hati, termasuk sayuran seperti kubis, kembang kol dan brokoli dalam diet Anda membantu hati Anda. Hal ini karena, sayuran ini memberikan jumlah sulfur yang tinggi, yang dapat meningkatkan proses detoksifikasi dan juga mencegah kerusakan hati.

5. Jangan Lupa Kunyit
Kunyit mengandung senyawa anti-inflamasi dan juga antioksidan, yang membantu dalam penggelontoran racun dari tubuh, yang mungkin menyebabkan kerusakan hati. Hal ini juga melindungi hati dari efek asupan yang berlebihan dari lemak tidak sehat dan konsumsi alkohol. Kehadiran kurkuminoid menurunkan efek merusak karena kolesterol yang berlebihan dan juga mencegah penyakit hati akibat alkohol.

Artikel Lainnya: 8 Manfaat Sayur Pakis Yang Menjauhkan Dari Berbagai Bahaya Penyakit

6. Mulailah hari Anda dengan Jus Lemon atau Teh Hijau
Biasakanlah dalam keseharian anda mengkonsumsi teh dengan jus lemon atau teh hijau untuk hati yang sehat. Bahkan, asupan rutin minuman soda harus dihindari karena mereka meningkatkan beban racun pada hati. Sebaliknya, minum banyak cairan seperti air, sup, jus lemon atau teh hijau. Antioksidan dan polifenol dalam teh hijau mencegah peradangan pada hati dan kehadiran vitamin C dalam lemon membantu dalam penggelontoran racun dari tubuh.

Kunci untuk hati yang sehat adalah makan makanan dari semua kelompok makanan seperti biji-bijian, protein, produk susu, buah-buahan, sayuran dan lemak dan memiliki banyak makanan kaya serat seperti buah-buahan segar dan sayuran, roti gandum , beras dan sereal. Wikimanfaat.com

Makalah Budidaya Kelapa Genjah

No comments:


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kelapa adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai.
Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Batang pohon kelapa banyak digunakan untuk bagian atap dari sebuah bangunan rumah. Batang pohon kelapa tidak boleh terkena air atau lembab karena akan menyebabkan kerusakan. Untuk mengatasi keterbatasan dari batang pohon kelapa kebanyakan masyarakat memilih batang kelapa yang sudah tua, kering dan sebagian masyarakat mengolesinya dengan oli ( oli bekas kendaraan atau oli tab ). Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, pelepah pada ibu tangkai daun pendek, duduk pada batang, warna daun hijau kekuningan.
Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian 30 m. Ia berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1000 m dari permukaan laut, namun akan mengalami pelambatan pertumbuhan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah perkembangan kelapa genjah?
2.      Bagaimana klasifikasi kelapa?
3.      Apakah jenis kelapa?
4.      Bagaimana teknik penanaman kelapa?
5.      Bagaimana pemupukan kelapa?
6.      Bagaimana pemasaran kelapa?
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Perkembangan dan Sejarah Kelapa di Indonesia
Sejak dahulu kala kelapa telah dikenal dikepulauan indonesia dan kepulauan dilautan pasifik. Wajarlah bila para ahli yang mengatakan bahwa asal mula tanaman kelapa dari daerah lautan pasifik (New Zealand), amerika selatan, atau indonesia, karena tanaman kelapa terutama tumbuh baik pada daerah katulistiwa dengan suhu sekitar 27oC. Sebelum indonesia merdeka (pada tahun 1940), maka produksi kelapa diluar pulau jawa mencapai 750.000 Ton, yang umumnya diolah menjadi kopra. Sedangkan produksi dari pulau jawa, sekitar 450.000 Ton kebanyakan di pergunakan untuk minyak kampung dan keperluan dapur (konsumsi segar). Apabila kegunaannya selain untuk minyak, dapat dipergunakan sebagai bahan pembuat sabun, lilin, ataupun untuk bahan ramuan obat obatan. Oleh karena itu, wajarlah bila saat ini banyak yang mencari bibit kelapa unggul terutama kelapa hibrida dari badan badan pembuat bibit, misalnya Lembaga Penelitian Industri.
Sebenarnya kelapa hibrida sebagai kelapa unggul sudah dikenal lama. Usaha pemulian tanaman kelapa di Indonesia melalui proses persilangan (Hibridisasi) mulai di rintis sejak tahun 1955. Lantaran usaha tersebut terbentur sarana dan keuangan maka kegiatannya terputus dan dilanjutkan kembali pada tahun 1973. Badan kerjasama yang menangani adalah FAO/UNDP dengan pemerintah indonesia.
Lembaga penelitian Tanaman industri mulai pada tahun 1974 melakukan survei plasma nutfah guna mendapatkan pohon induk dan bapak yang memenuhi persyaratan. Pemilihan pohon induk berdasarkan banyaknya produksi buah, ukuran, dan berat buah, tebal daging, kadar kopra, resistensi terhadap hama penyakit dan sifat Fenotip serta genotip yang lain. Survei dilakukan dijawa tengah, jawa barat, aceh sumut, lampung, sulawesi selatan dan kalimantan barat.



B.     Klasifikasi Kelapa
Kingdom: Plantae (Tumbuhan) 
Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) 
Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) 
Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) 
Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas: Arecidae 
Ordo: Arecales 
Famili: Arecaceae (suku pinang-pinangan)
Genus: Cocos
Spesies: Cocos nucifera L.

C.    Jenis Atau Varietas Kelapa
Kelapa (Cocos nucifera) termasuk family palmae dibagi tiga: Kelapa dalam dengan varietas Viridia (kelapa hijau), Rubescens (kelapa merah), Macrocorpu (kelapa kelabu), Sakarina (kelapa manis) dan kelapa Genjah dengan varietas Eburnea (kelapa gading), Varietas regina (kelapa raja), Pumila (kelapa puyuh), Pretiosa (kelapa raja malabar), dan Kelapa hibrida.
1.      Varietas dalam
Varietas ini berbatang tinggi dan besar, tingginya mencapai 30 meter atau lebih. Kelapa dalam mulai berbuah agak lambat,yaitu antara 6-8 tahun setelah tanam dan umurnya dapat mencapai 100 tahun lebih.Adapun keunggulan dar varietas ini yaitu:
·         Produksi kopra lebih tiggi, yaitu sekitar 1 ton kopra/ha/tahun pada umur 10 tahun.
·         Produktivitas sekitar 90 butir/pohon/tahun.
·         Daging buah tebal dan keras dengan kadar minyak yang tinggi.
·         Lebih tahan terhadap hama dan penyakit.


2.      Varietas Hibrida
Kelapa varietas hibrida diperoleh dari hasil persilangan antara varietas genjah dengan varietas dalam.Hasil persilangan itu merupakan kombinasi sifat-sifat yang baik dari kedua jenis varietas asalnya.
Kelapa genjah mempunyai kelemahan antara lain:
·         Peka terhadap keadaan lingkungan yang kurang baik.
·         Berbuah lebat tetapi mudah dipengaruhi fluktuasi iklim.
·         Ukuran buah relatif kecil, kadar kopranya rendah yakni hanya sekitar 130 gram perbuah, dan kadar minyaknya 65 % dari bobot kering daging buah.
Sifat-sifat unggul yang dimiliki oleh kelapa hibrida adalah:
·         Lebih cepat berbuah, sekitar 3-4 tahun setelah tanam.
·         Produk kopra tinggi, sekitar 6-7 ton /Ha/tahun pada umur 10 tahun.
·         Produktivitas sekitar 140 butir/ pohom/ tahun.
·         Daging tebal, keras dan kandungan minyaknya tinggi.
·         Produktivitas tandan buah sekitar 12 tandan dan berisi sekitar 10-20 butir buah kelapa, daging buahnya mempunyai ketebalan sekitar 1,5 centi meter.
D.    Teknik Penanaman
·         Penentuan Pola Tanam
Sistem tanam yang baik yaitu sistem tanam segi tiga karena pemanfatan lahan dan pengambilan sinar matahari akan maksimal. Jarak tanam 9 x 9 x 9 meter, dengan pola ini jumlah tanaman akan lebih banyak 15% dari sistem bujur sangkar.

·         Pembuatan Lubang Tanam
Pembuatan lubang tanam dilakukan paling lambat 1-2 bulan sebelum penanaman untuk menghilangkan keasaman tanah, dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm sampai dengan 100 x 100 x 100 cm. Pembuatan lubang pada lahan miring (>20o) dilakukan dengan pembuatan teras individu selebar 1.25 m ke arah lereng diatasnya dan 1 m ke arah lereng di bawahnya. Teras dibuat miring 10 derajat ke arah dalam.

·         Cara Penanaman
Penanaman dilakukan pada awal musim hujan, setelah hujan turun secara teratur dan cukup untuk membasahi tanah; waktu penanaman adalah pada bulan setelah curah hujan pada bulan sebelumnya mencapai 200 mm. Adapun cara penanaman adalah sebagai berikut:
1)      Top soil dicampur dengan pupuk phospat 300 gram per lubang dan dimasukkan ke lubang tanam.Polybag dipotong melingkar pada bagian bawah, dimasukkan ke lubang tanam, dan dibuat irisan sampai ke ujung, bekas polybag selanjutnya digantungkan pada ajir untuk meyakinkan bahwa polybag sudah dikeluarkan dari lubang tanam. Arah penanaman harus sama.
2)      Kebutuhan bibit 1 ha, apabila jarak tanam 9 x 9x 9 m , segitiga sama sisi, adalah 143 batang dan bibit cadangan yang harus disediakan untuk sulaman 17 batangj, sehingga jumlah bibit yang harus disediakan 160 batang.

E.     Pemupukan 
Pemupukan dilakukan apabila tanah tidak dapay memenuhi unsur hara yang dibutuhkan. Pemberian pupuk pertama sebaiknya pada awal musim hujan (September - Oktober) dan kedua di akhir musim hujan (Maret - April).
Adapun cara pemberian pupuk:
a.       Menyebar dalam lingkaran mengelilingi tanaman.
b.      Pupuk N, K, Mg diberikan bersamaan sedangkan pupuk P 2 minggu sebelumnya.
c.       Sebelumnya pupuk nitrogen diberikan, Tanah digemburkan untuk menghindari pencampuran dengan pupuk phosfat karena dapat merugikan. Pada tanaman belum menghasilkan disebarkan 30 cm dari pangkal batang sampai pinggir tajuk.
d.      Menutup dengan tanah daerah penyebaran pupuk. 

Dosis pupuk tanaman kelapa sesuai umur tanaman (gram/pohon).
a.       Saat tanam RP= 100 GRAM/POHON.
b.      Satu bulan setelah tanam: Urea = 100 gr/pohon, TSP = 100 gr/pohon, KCL = 100 gr/pohon, Kieserite = 10 gr/pohon.
c.       Tahun Pertama
·         Aplikasi 1: Urea = 200 gr/pohon, KCL = 300 gr/pohon, Kieserite 100 gr/pohon.
·         Aplikasi 2 : Urea = 200 gr/pohon,TSP = 259 gr/pohon, KCL = 300 gr/pohon, Kieserite = 100 gr/pohon, Borax 25 gr/pohon.
d.      Tahun Kedua
·         Aplikasi 1 : Urea = 350 gr/pohon, KCL = 450 gr/pohon, Kieserite 150 gr/pohon.
·         Aplikasi 2 : Urea = 350 gr/pohon, TSP = 600 gr/pohon, KCL = 450 gr/pohon, Kieserite = 150 gr/ pohon dan borax = 25 gr/pohon.
e.       Tahun Ketiga
·         Aplikasi 1 : Urea = 500 gr/pohon, KCL = 600 gr/pohon, Kieserite = 200 gg/pohon.
·         Aplikasi 2 : Urea = 500 gr/pohon, TSP = 800 gr/pohon, KCL = 600 gr/pohon dan Kieserite = 200 gr/pohon.
f.       Tahun Keempat
·         Aplikasi 1 : Urea = 500 gr/pohon,KCL = 600 gr/pohon, Kieserite = 200 gr/pohon.
·         Aplikasi 2 : Urea = 500 gr/pohon, Tsp = 800 gr/pohon, KCL = 600 gr/pohon dan Kieserite = 200 gr/pohon.

F.     PEMASARAN
Daging buah adalah komponen utama dari buah kelapa. Sedangkan sabut,Tempurung dan air buah merupakan hasil sampingan.Dengan produksi buah kelapa di Indonesia rata-rata 15,5 milyar butir/tahun,Kemudian bahan ikutan yang dapat diperoleh 3,75 ton air,0,75 ton arang tempurung, 1,8 juta ton serat sabut dan 3,3 juta ton debu sabut sebagai hasil samping.Kelayakan usaha pengolahan hasil samping buah kelapa sangat menjanjikan bila direncanakan dan dikelola dengan baik.
Bahkan produk hasil olahan kelapa yang baik digunakan untuk kepentingan ekspor. Produk-produk tradisional yang di ekspor diantaranya kopra (daging kelapa yang dikeringkan),Minyak kelapa (VCO),Kelapa awetan,Tepung kopra, Karbon aktif dan arang tempurung kelapa.Kemudian adapun produk-produk yang diperuntukan bagi pasaran lokal antara lain adalah kopra, VCO (Virgin Coconut Oil), Tuak kelapa,Kelapa kupas utuh, Kayu kelapa, Arang batok kelapa, Sabut kelapa, Sapu, Ukiran kelapa dan kerajinan lainnya.Sedangkan produk makanan berbasis kelapa seperti selai kelapa, Nata De Coco,dan Jus kelapa yang apabila semuanya itu dipasarkan akan mempunyai nilai tambah dan harga jual yang tinggi.Kemudian sangat menjanjikan sekali apabila di usahakan secara besar-besaran untuk aspek kedepannya.




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kelapa adalah satu jenis tumbuhan dari suku aren-arenan atau Arecaceae dan merupakan anggota tunggal dalam marga Cocos. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serba guna, khususnya bagi masyarakat pesisir. Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai.
Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu. Batang pohon kelapa banyak digunakan untuk bagian atap dari sebuah bangunan rumah. Batang pohon kelapa tidak boleh terkena air atau lembab karena akan menyebabkan kerusakan. Untuk mengatasi keterbatasan dari batang pohon kelapa kebanyakan masyarakat memilih batang kelapa yang sudah tua, kering dan sebagian masyarakat mengolesinya dengan oli ( oli bekas kendaraan atau oli tab ). Daun tersusun secara majemuk, menyirip sejajar tunggal, pelepah pada ibu tangkai daun pendek, duduk pada batang, warna daun hijau kekuningan.

B.     Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Maka penulis mohon kritik dan saran guna perbaikan untuk masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA

Setyamidjaja, D. 1986. Bertanam Kelapa Hibrida. Yogyakarta: Kanisius.

Tenda, Elsje T. 2004. Perakitan Kelapa Hibrida Intervarietas dan Pengembangannyadi Indonesia. Manado:Balai Penelitian Tanaman Kelapa dan Palma Lain.

Yunizar,Ir. Ms. 2006. Kajian Perbenihan. Semarang: Balai Pengkajian Teknologi Riau. 


Makalah Sejarah Arab Sebelum Islam

No comments:


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Masa sebelum Islam, khususnya kawasan jazirah Arab, disebut masa jahiliyyah. Julukan semacam ini terlahir disebabkan oleh terbelakangnya moral masyarakat Arab khususnya Arab pedalaman (badui) yang hidup menyatu dengan padang pasir dan area tanah yang gersang. Mereka pada umumnya hidup berkabilah. Mereka berada dalam lingkungan miskin pengetahuan. Situasi yang penuh dengan kegelapan dan kebodohan tersebut, mengakibatkan mereka sesat jalan, tidak menemukan nilai-nilai kemanusiaan, membunuh anak dengan dalih kemuliaan, memusnahkan kekayaan dengan perjudian, membangkitkan peperangan dengan alasan harga diri dan kepahlawanan. Suasana semacam ini terus berlangsung hingga datang Islam di tengah-tengah mereka.
Namun demikian, bukan berarti masyarakat Arab pada waktu itu sama sekali tidak memiliki peradaban. Bangsa Arab sebelum lahirnya Islam dikenal sebagai bangsa yang sudah memiliki kemajuan ekonomi. Makkah misalnya pada waktu itu merupakan kota dagang bertaraf internasional. Hal ini diuntungkan oleh posisinya yang sangat strategis karena terletak di persimpangan jalan penghubung jalur perdagangan dan jaringan bisnis dari Yaman ke Syiria. Rentetan peristiwa yang melatar belakangi lahirnya Islam merupakan hal yang sangat penting untuk dikaji. Hal demikian karena tidak ada satu pun peristiwa di dunia yang terlepas dari konteks historis dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Artinya, antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya terdapat hubungan yang erat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan Islam dengan situasi dan kondisi Arab pra Islam.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Apakah pengertian dan ruang lingkup sejarah peradaban islam?
2.      Bagaimana bangsa arab sebelum islam?
3.      Bagaimana letak geografis arab?
4.      Bagaimana social budaya bangsa arab?
5.      Bagaimana kepercayaan bangsa arab?


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP SEJARAH PERADABAN ISLAM
Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab Al-Hadharah Al-Islamiyyah. Kata dalam bahasa Arab ini sering kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. Di Indonesia seringkali disinonimkan dua kata antara “ kebudayaan dan peradaban “. Namun dalam perkembangan ilmu Antropologi sekarang, kedua istilah tersebut telah dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan peradaban lebih berkaitan Manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis. Kebudayaan lebih direflesasikan dalam seni, sastra, religi, dan moral. Sedangkan peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi[1].
Sampai tahun 1970-an, ruang lingkupnya mencakup 4 kawasan :
·         Kawasan pengaruh kebudayaan Arab : Timur tengah dan Afrika utara, termasuk Spanyol Islam.
·         Kawasan pengaruh kebudayaan Persia : Irak dan Negara-negara Islam di Asia tenggara.
·         Kawasan pengaruh kebudayaan Turki.
·         Kawasan pengaruh kebudayaan India Islam.
Akan tetapi, sekarang kawasan itu menjadi luas dengan ditambahkannya Asia tenggara sebagai suatu kawasan baru.
B.     BANGSA ARAB SEBELUM ISLAM
Pada masa sebelum islam yamg diajarkan disebar luaskan ke bangsa Arab oleh Rasulullah Saw, orang arab sering kali terjali peperangan antar suku di antaranya dikenal dengan perang Fujjar karena terjadi beberapa kali antar suku, yang pertama perang antara suku Kinanah dan Hawazan, kemuadian Quraisy dan Hawazan serta Kinanah dan Hawazan lagi. Dan peperangan ini terjadi 15 tahun sebelum Rasul diutus. Kekaisaran Bizantium dan Kekaisaran Romawi Timur dengan ibu kota Konstantinopel merupakan bekas Imperium Romawi dari masa klasik. Pada permulaan abad ke-7, wilayah imperium ini telah meliputi Asia kecil, Siria, Mesir dan sebagian daeah Itali serta sejumlah kecil wilayah di pesisir Afrika Utara juga berada di bawah kekuasaannya.
Saingan berat Bizantium dalam perebutan kekuasaan di Timur Tengan adalah persia. Ketika itu, imperium ini berada di bawah kekuasaan dinasti Sasanid (sasaniyah). Ibu kota persia adalah al-Madana’in, terletak sekitar dua puluh mil di sebalah tenggara kota Baghdad yang sekarang. Wilayah kekuasaannya terbentang dari Irak dan Mesopotamia hingga pedalaman timur Iran dewasa ini serta Afganistan. Menjelang lahirnya Nabi Muhammad Saw, penguasaan Abisinia di Yaman – Abraham, atau lebih populer dirujuk dalam literatur Islam sebagai Abrahah – melakukan invasi ke Makkah, tetapi gagal menaklukkan kota tersebut lantara epidemi cacar (hujan kerikil) yang menimpa bala tentaranya, Ekpedisi ini -merujuk Al-quran dalam surat 105- pada prinsipnmya memiliki tujuan yang secara sepenuhnya berada di dalam kerangka politik internasional ketika itu. yaitu upaya Bizantyum untuk menyatukan suku-suku Arab di bawah pengaruhnya guna menantang Persia. sementara para sejarawan muslim menambahkan tujuan lain untuknya. Menurut mereka ekpedisi tersebut- terjadi kira-kira pada 552- dimaksudkan untuk menghancurkan Ka’bah dalam rangka menjadikan gereja megah di San’a, yang dibangun Abrahah, sebagai pusat ziarah pusat keagamaan di Arabia.
Dalam masyarakat arab terdapat organisasi clan (kabilah) sebagai intinya dan anggota dari satu clan merupakan geneologi (pertalian darah). Pemerintah di kalangan bangsa Arab sebelum Islam, menurut para ahli sejarah dimulai oleh golongan Arab Bai'idah. Pada periode pertama dikenal ada kerajaan Aad di daerah Ahkaf al Romel yang terletak antara Oman dan Yaman, kaum Aad juga pernah mendirikan kerajaan antara Makkah dan Yastrib. Kemudian juga dikenal kerajaan dari kaum Tsamud mendiami daerah hijir dan wadi al-Kurro, antara Hijaz dan Syiria. Kemudian dikenal juga kerajaan dari kaum Amaliqah di Arab Timur, Oman Hijaz mereka juga ke Mesir dan Syiria. Pada periode Kedua yaitu pada masa Arab Aribah atau Bani Qhathan yang terkenal dengan kerajaan Madiniyah, kerajaan Sabaiyah dan kerajaan Himyariah.
C.    LETAK GEOGRAFIS ARAB
Semenanjung Arab adalah semenanjung yang terletak di sebelah barat daya Asia. Wilayahnya memiliki luas 1.745.900 kilometer persegi. Semenanjung ini dinamakan jazirah karena tiga sisinya berbatasan dengan air, yakni di sebelah timur berbatasan dengan teluk Oman dan teluk Persi, di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan teluk Aden, di sebelah barat berbatasan dengan laut merah. Hanya di sebelah utara, jazirah ini berbatasan dengan daratan atau padang pasir Irak dan Syiria. Secara geografis, daratan jazirahArab didominasi padang pasir yang luas, serta memiliki iklim yang panas dan kering. Hampir lima per enam daerahnya terdiri dari padang pasir dan gunung batu. Luas padang pasir ini diklasifikasikan Ahmad Amin sebagai berikut[2]:
1.      Sahara Langit, yakni yang memanjang 140 mil dari utara ke selatan dan 180 mil dari timur ke barat. Sahara ini disebut juga sahara Nufud. Di daerah ini, jarang sekali ditemukan lembah dan mata air. Angin disertai debu telah menjadi ciri khas suasana di tempat ini. Hal itulah yang menyebabkan daerah ini sulit dilalui.
2.      Sahara Selatan, yakni yang membentang dan menyambung Sahara Langit ke arah timur sampai selatan Persia. Hampir seluruhnya merupakan dataran keras, tandus, dan pasir bergelombang. Daerah ini juga disebut dengan daerah sepi (al-Rub’ al-Khali).
3.      Sahara Harrat, yakni suatu daerah yang terdiri dari tanah liat berbatu hitam. Gugusan batu-batu hitam itu menyebar di seluruh sahara ini.
Secara garis besar, jazirah Arab dibedakan menjadi dua, yakni daerah pedalaman dan pesisir. Daerah pedalaman jarang sekali mendapatkan hujan, namun sesekali hujan turun dengan lebatnya. Kesempatan demikian biasa dimanfaatkan penduduk nomadik dengan mencari genangan air dan padang rumput demi keberlangsungan hidup mereka. Sedangkan daerah pesisir, hujan turun dengan teratur, sehingga para penduduk daerah tersebut relatif padat dan sudah bertempat tinggal tetap. Oleh karena itu, di daerah pesisir ini, jauh sebelum Islam lahir, sudah berkembang kota-kota dan kerajaan-kerajaan penting, seperti kerajaan Himyar, Saba’, Hirah dan Ghassan.


D.    SOSIAL DAN BUDAYA BANGSA ARAB
Masyarakat Arab terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu penduduk kota (Hadhary) dan penduduk gurun (Badui). Penduduk kota bertempat tinggal tetap. Mereka telah mengenal tata cara mengelola tanah pertanian dan telah mengenal tata cara perdagangan. Bahkan hubungan perdagangan mereka telah sampai ke luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa mereka telah memiliki peradaban cukup tinggi. Sementara masyarakat Badui hidupnya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya guna mencari air dan padang rumput untuk binatang gembalaan mereka. Di antara kebiasaan mereka adalah mengendarai unta, mengembala domba dan keledai, berburu serta menyerang musuh. Kebiasaan ini menurut adat mereka adalah pekerjaan yang lebih pantas dilakukan oleh laki-laki. Oleh karena itu, mereka belum mengenal pertanian dan perdagangan. Karenanya, mereka hidup berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari kehidupan, baik untuk diri dan keluarga mereka atau untuk binatang ternak mereka. Dalam perjalanan pengembaraan itu, terkadang mereka menyerang musuh atau menghadapi serangan musuh. Di sinilah terjadi kebiasaan berperang di antara suku-suku yang ada di wilayah Arabia.
Ketika mereka diserang musuh maka suku yang bersekutu dengan mereka biasanya ikut membantu dan rela mengorbankan apa saja untuk membantu kawan sekutunya itu. Di sinilah dapat kita lihat adanya unsur kesetiakawanan yang ada di antara mereka. Selain itu, manakala seorang anggota suku diserang oleh suku lain maka seluruh anggota wajib membela anggotanya meskipun anggotanya itu salah. Mereka tidak melihat kesalahan ada di pihak mana. Hal penting yang mereka lakukan adalah membela sesama anggota suku. Itulah yang dapat kita lihat dari sikap fanatisme dan patriotisme yang ada di dalam kehidupan masyarakat Badui.
Tidak dapat dipungkiri bahwa kondisi geografis Arab sangat besar pengaruhnya terhadap kejiwaan masyarakatnya. Arab sebagai wilayah tandus dan gersang telah menyelamatkan masyarakatnya dari serangan musuh-musuh luar. Pada sisi lainnya, kegersangan ini mendorong mereka menjadi pengembara-pengembara dan pedagang daerah lain. Keluasan dan kebebasan kehidupan mereka di padang pasir juga menimbulkan semangat kebebasan dan individualisme dalam pribadi mereka. Kecintaan mereka terhadap kebebasan ini menyebabkan mereka tidak pernah dijajah bangsa lain. Kondisi kehidupan Arab menjelang kelahiran Islam secara umum dikenal dengan sebutan zaman jahiliyah. Hal ini dikarenakan kondisi sosial politik dan keagamaan masyarakat Arab saat itu. Hal itu disebabkan karena dalam waktu yang lama, masyarakat Arab tidak memiliki nabi, kitab suci, ideologi agama dan tokoh besar yang membimbing mereka. Mereka tidak mempunyai sistem pemerintahan yang ideal dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral. Pada saat itu, tingkat keberagamaan mereka tidak berbeda jauh dengan masyarakat primitif[3].
Sesungguhnya sejak zaman jahiliyah, masyarakat Arab memiliki berbagai sifat dan karakter yang positif, seperti sifat pemberani, ketahanan fisik yang prima, daya ingat yang kuat, kesadaran akan harga diri dan martabat, cinta kebebasan, setia terhadap suku dan pemimpin, pola kehidupan yang sederhana, ramah tamah, mahir dalam bersyair dan sebagainya. Namun sifat-sifat dan karakter yang baik tersebut seakan tidak ada artinya karena suatu kondisi yang menyelimuti kehidupan mereka, yakni ketidakadilan, kejahatan, dan keyakinan terhadap tahayul. Pada masa itu, kaum wanita menempati kedudukan yang sangat rendah sepanjang sejarah umat manusia. Masyarakat Arab pra Islam memandang wanita ibarat binatang piaraan bahkan lebih hina lagi. Karena para wanita sama sekali tidak mendapatkan penghormatan sosial dan tidak memiliki apapun. Kaum laki-laki dapat saja mengawini wanita sesuka hatinya dan menceraikan mereka semaunya. Bahkan ada suku yang memiliki tradisi yang sangat buruk, yaitu suka mengubur anak perempuan mereka hidup-hidup. Mereka merasa terhina memiliki anak-anak perempuan. Muka mereka akan memerah bila mendengar isteri mereka melahirkan anak perempuan. Perbuatan itu mereka lakukan karena mereka merasa malu dan khawatir anak perempuannya akan membawa kemiskinan dan kesengsaraan dan kehinaan.
Selain itu, sistem perbudakan juga merajalela. Budak diperlakukan majikannya secara tidak manusiawi. Mereka tidak mendapatkan kebebasan untuk hidup layaknya manusia merdeka. Bahkan para majikannya tidak jarang menyiksa dan memperlakukan para budak seperti binatang dan barang dagangan, dijual atau dibunu. Secara garis besar kehidupan sosial masyarakat Arab secara keseluruhan dan masyarakat kota Mekkah secara khusus benar-benar berada dalam kehidupan sosial yang tidak benar atau jahiliyah. Akhlak mereka sangat rendah, tidak memiliki sifat-sifat perikemanusiaan dan sebagainya
Dalam situasi inilah agama Islam lahir di kota Mekkah dengan diutusnya Muhammad saw. sebagai nabi dan rasul Allah. Secara singkat dapat disimpulkan keaadaan sosial dan kebudayaan bangsa Arab sebelum islam diantaranya:
a.       Orang-orang Arab sebelum kedatangan Islam adalah orang-orang yang menyekutukan Allah (musyrikin), yaitu mereka menyembah patung-patung dan menganggap patung-patung itu suci.
b.      Kebiasaan mereka ialah membunuh anak laki-laki mereka karena takut kemiskinan dan kelaparan.
c.       Mereka menguburkan anak-anak perempuan mereka hidup-hidup karena takut malu dan celaan.
d.      Mereka orang-orang yang suka berselisihan, yang suka bertengkar, lantaran sebab-sebab kecil, sebab segolongan dari mereka memerangi akan segolongannya.
E.     KEPERCAYAAN BANGSA ARAB
Sebelum kedatangan Islam di arab terdapat berbagai agama diantara ada yang beragama Yahudi, kristen dimana mayoritas penganut agama Yahudi tersebut pandai bercocok tanam dan membuat alat-alat dari besi seperti perhiasan dan persenjataan. Penduduk Arab menganut agama yang bermacam-macam. Paganisme, Yahudi, dan Kristen merupakan ragam agama orang Arab pra Islam. Pagan adalah agama mayoritas mereka. Ratusan berhala dengan bermacam-macam bentuk ada di sekitar Ka’bah. Setidaknya ada empat sebutan bagi berhala-berhala itu: sanam, wathan, nusub, dan hubal. Sanam berbentuk manusia dibuat dari logam atau kayu. Wathan juga dibuat dari batu. Nusub adalah batu karang tanpa suatu bentuk tertentu. Hubal berbentuk manusia yang dibuat dari batu akik. Dialah dewa orang Arab yang paling besar dan diletakkan dalam Ka’bah di Mekah. Orang-orang dari semua penjuru jazirah datang berziarah ke tempat itu. Beberapa kabilah melakukan cara-cara ibadahnya sendiri-sendiri. Ini membuktikan bahwa paganisme sudah berumur ribuan tahun. Sejak berabad-abad penyembahan patung berhala tetap tidak terusik, baik pada masa kehadiran permukiman Yahudi maupun upaya-upaya kristenisasi yang muncul di Syiria dan Mesir.
Agama Yahudi dianut oleh para imigran yang bermukim di Yathrib dan Yaman. Tidak banyak data sejarah tentang pemeluk dan kejadian penting agama ini di JazirahArab, kecuali di Yaman. Dzū Nuwās merupakan penguasa Yaman yang condong ke Yahudi. Dia tidak menyukai penyembahan berhala yang telah menimpa bangsanya. Dia meminta penduduk Najran agar masuk agama Yahudi. sehingga kalau mereka menolak, maka akan dibunuh. Namun yang terjadi justru menolak, maka digalilah sebuah parit dan dipasang api di dalamnya. Mereka dimasukkan ke dalam parit itu, serta dibunuh dengan pedang atau dilukai sampai cacat bagi yang selamat dari api tersebut. Korban pembunuhan itu mencapai dua puluh ribu orang. Tragedi berdarah dengan motif fanatisme agama ini diabadikan dalam al-Quran dalam kisah “orang-orang yang membuat parit” (Ashab al-Ukhdud[4]).
Sedangkan Agama Kristen di jazirah Arab dan sekitarnya sebelum kedatangan Islam tidak ternodai oleh tragedi yang mengerikan semacam itu. Yang tampak hanyalah pertikaian di antara sekte-sekte Kristen. Menurut Muhammad ‘Abid al-Jabiri, al-Quran menggunakan istilah “Nasara” bukan “al-Masihiyah” dan “al-Masihi” bagi pemeluk agama Kristen. Bagi pendeta Kristen resmi (Katolik, Ortodoks, dan Evangelis) istilah “Nasara” adalah sekte sesat, tetapi bagi ulama Islam mereka adalah “Hawariyun”. Para misionaris Kristen menyebarkan doktrinnya dengan bahasa Yunani yang waktu itu madhab-madhab filsafat dan aliran-aliran gnostik dan hermes menyerbu daerah itu. Inilah yang menimbulkan pertentangan antara misionaris dan pemikir Yunani yang memunculkan usaha-usaha mendamaikan antara filsafat Yunani yang bertumpu pada akal dan doktrin Kristen yang bertumpu pada iman. Inilah yang melahirkan sekte-sekte Kristen yang kemudian menyebar ke berbagai penjuru, termasuk jazirah Arab dan sekitarnya. Sekte Arius menyebar di bagian selatan jazirahArab, yaitu dari Suria dan Palestina ke Irak dan Persia.
Salah satu corak beragama yang ada sebelum Islam datang selain tiga agama di atas adalah Hanifiyah yaitu sekelompok orang yang mencari agama Ibrahim yang murni yang tidak terkontaminasi oleh nafsu penyembahan berhala-berhala, juga tidak menganut agama Yahudi ataupun Kristen, tetapi mengakui keesaan Allah. Mereka berpandangan bahwa agama yang benar di sisi Allah adalah Hanifiyah, sebagai aktualisasi dari millah Ibrahim. Gerakan ini menyebar luas ke berbagai penjuru Jazirah Arab khususnya di tiga wilayah Hijaz, yaitu Yathrib, Taif, dan Mekah.


BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
     Peradaban Islam adalah terjemahan dari kata Arab Al-Hadharah Al-Islamiyyah. Kata dalam bahasa Arab ini sering kita terjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan kebudayaan Islam. Di Indonesia seringkali disinonimkan dua kata antara “ kebudayaan dan peradaban “. Namun dalam perkembangan ilmu Antropologi sekarang, kedua istilah tersebut telah dibedakan. Kebudayaan adalah bentuk ungkapan tentang semangat mendalam suatu masyarakat. Sedangkan peradaban lebih berkaitan Manifestasi-manifestasi kemajuan mekanis dan teknologis. Kebudayaan lebih direflesasikan dalam seni, sastra, religi, dan moral. Sedangkan peradaban terefleksi dalam politik, ekonomi dan teknologi.
Sampai tahun 1970-an, ruang lingkupnya mencakup 4 kawasan :
·         Kawasan pengaruh kebudayaan Arab : Timur tengah dan Afrika utara, termasuk Spanyol Islam.
·         Kawasan pengaruh kebudayaan Persia : Irak dan Negara-negara Islam di Asia tenggara.
·         Kawasan pengaruh kebudayaan Turki.
·         Kawasan pengaruh kebudayaan India Islam.
Akan tetapi, sekarang kawasan itu menjadi luas dengan ditambahkannya Asia tenggara sebagai suatu kawasan baru.

B.     SARAN
Mempelajari Sejarah-sejarah Islam amatlah penting, terutama bagi pelajar-pelajar agama islam dan pemimpin-pemimpin islam. Dengan mempelajari Sejarah-sejarah Islam kita dapat mengetahui sebab kemajuan dan kemunduran islam. Sebagai umat islam, hendaknya kita mengetahui sejarah tersebut guna menumbuhkembangkan wawasan generasi mendatang di dalam pengetahuan sejarah tersebut.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Din, Burhan, Jazirat- Arab al-Islam, Beirut: t. p. 1989
Asy Syarkowi, Abdurrahman, Muhammad Sang Pembebas, Yogyakarta: Mitra Pustaka 2003
R A A, Nicholson, A Literary History of The Arabs, Cambridge : Cambridge University Perss 1997
Sa’id Romadhan al-Buthy, Muhammad, Sirah Nabawiyah, Jakarta: Robbani Press cet 11 2006
Yatim Badri, Sejarah Peradaban Islam , Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 2008



[1] Syeikh Shafirrahman Al-Mubarakfuri, sejarah Emas dan Atlas Perjalanan Nabi Muhamad, Jaziyad visi Media, Jakarta, 2012 hlm 28-30
[2] Ali Mufrodi, Islam di kawasan Kebudayaan Arab, Jakrta : Logos 1997. Hal 3-4
[3] Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam,Pustaka Setia, Bandung, 2008 hlm 54
[4] Dedi Supriyadi, Sejarah Peradaban Islam,Pustaka Setia, Bandung, 2008 hlm 47