Serba Serbi komplit

MAKALAH SITUS KERAJAAN RAWA ONOM

No comments:

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Situs kerajaan Rawa Onom merupakan salah satu situs kerajaan dari kebudayaan Hindu yang ada di desa Siluman, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Situs kerajaan ini tidak terdapat fisik yang sempurna dikarenakan lokasi dari Situs Kerajaan ini merupakan suatu bukit sehingga untuk merekonstruksi kembali mengalami kesulitan, dan tempat tersebut sudah di jadikan salah satu hutan produksi di kota Banjar, sehingga Situs Kerajaan ini rusak dan terbengkalai. Namun ada pula yang berpendapat, bahwa kerajaan Onom ini sebenarnya menghilang atau masyarakat setempat menyebutnya dengan “silem”.
1.2  Rumusan Masalah
1.     Bagaimana asal usul berdirinyakerajaan Rawa Onom ?
2.     Bagaimana pengaruh kerajaan Rawa Onom yang sileum/tileum/ngahiang/menghilang terhadap masyarakat sekitar pada masa sekarang ini  ?
3.     Mengapa peninggalan kerajaan Rawa Onom pada masa sekarang   ini dipercaya sebagai tempat berziarah dan meminta sesuatu berupa keduniawian oleh masyarakat setempat ?
1.3  Tujuan
1.     Untuk mengetahui asal usul  berdirinya Kerajaan Onom.
2.     Untuk mengetahui pandangan masyarakat setempat terhadap adanya Kerajaan Rawa Onom.
3.     Untuk mengetahui mengapa peninggalan Kerajaan Onom dijadikan tempat berziarah oleh warga setempat.


1.4   Manfaat
1.        Sebagai sumber informasi dan pengetahuan atas pernah berdirinya Kerajaan Onom yang misterius adanya di wilayah Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar.
2.        Sebagai warisan budaya untuk melestarikan  suatu cagar budaya di Kota Banjar.
1.5   Metode
    Adapun metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan buku-buku sumber yang berkaitan dengan Kerajaan Onom, kemudian mencari informasi dari media cetak maupun media elektronik, semisal koran, televisi, internet dll serta melakukan observasi ke lapangan dan melakukan wawancara dengan kuncen, juru kunci serta warga setempat mengenai Kerajaan Rawa Onom.



BAB II PEMBAHASAN

2.1 Asal Usul berdirinya Kerajaan Onom
Situs kerajaan Rawa Onom merupakan salah satu situs budaya berlokasi di kec.purwaharja kota Banjar. Menurut masyarakat setempat dan sesepuh setempat nama rawa onom artinya yang paling tua. Para leluhur dari kerajaan onom banyak yang silem/hantur bakti/meninggal tanpa ada jasadnya,di atas sumur 8 ada 5 leluhur yang menghuni keraton yaitu:
1.     Kyai sawung galing
2.     Mbah tambung sela
3.     Mbah bhratayuda
4.     Nyi raden tanjung anom
5.     Ratu siluman
Sedangkan leluhur yang menghuni daerah pulo majeti adalah ratu gandawati dan sulaeman anom. Kerajaan rawa onom pada masa berdirinya masih beragama hindu-budha. Rawa onom merupakan tempat jiarah tapi tidak ada bukti keramat dan hanya berbentuk keyakinan saja, di rawa onom ada satu kampung yang dinamakan kampung siluman karena para leluhur di kampung tersebut banyak yang silem(meninggal tanpa ada jasadnya).
Menurut Eming Surabraja, mantan Kepala Desa Purwaharja ke 17, Onom merupakan pasukan balatentara dari Kerajaan Medang yang ditaklukkan balatentara Kerajaan Galuh. Karena atas kekalahan itu, Raja Medang berikut pengikutnya mau tidak mau berada di bawah kekuasaan Kerajaan Galuh. Prabu Selang Kuning, yang semula pemimpin balatentara Kerajaan Medang ini. Di percaya oleh Kerajaan Galuh sebagai Patih kerajaan. Kemudian Prabu Selang Kuning  oleh raja diperintah membangun wilayah baru di daerah Pulo Majeti. Patih Selang Kuning menerima perintah ini sebaik-baiknya sehingga di Pulo Majeti yang semula rawa, berubah menjadi istana hebat. Sedangkan pengikutnya terdiri Mas Bugel, Mas Bedegel, Mas Rimpung dan Mas Jemblung setelah pendirian istana, mereka diutus oleh Prabu Selang Kuning untuk mengirimkan upeti setiap tahun sesuai permintaan Raja Galuh. NamunPemimpin kerajaan Medang, kemudian dipercayakan kepada Prabu Anom, yang ditugaskan dari Kerajaan Galuh. Akan tetapi Prabu Anom dalam menjalankan tampuk kepemimpinannya bertindak semena-semena. Sehingga Prabu Selang Kuning tak mau menyerahkan hasil karyanya kepada rajanya, melainkan dia mengangkat dirinya sendiri menjadi penguasa Kerajaan Medang. Untuk menghindarkan percekcokan dengan Kerajaan Galuh, maka Prabu Selang Kuning mengajak seluruh rakyatnya pindah ke alam lain. Itulah bangsa onom. Hingga nama Kerajaan Medang berganti nama menjadi Kerajaan Onom.
Yang tilem di Pulo Majeti itu adalah Prabu Selang Kuning Sulaeman Anom, Ibu Ratu Gandawati ingkanggarwa, Raden Patih Kalintu Undara Pamerat Jagat, Raden Jaksa Jagabuana, Raden Wedana Langlangbuana, Kiai Bagus         Tol Malbaeni dan Kiai Bagus Mantereng. Sedangkan pengikutnya terdiri Mas Bugel, Mas Bedegel, Mas Rimpung dan Mas Jemblung . Namun sebelum "tilem", mereka berjanji akan mengirimkan upeti setiap tahun sesuai permintaan Raja Galuh.

2.2 Pandangan Masyarakat setempat terhadap Kerajaan Onom
ONOM adalah sebangsa makhluk halus, berpusat di areal sebuah rawa seluas 947 ha, Rawa Onom namanya. Orang tak boleh gegabah membicarakannya sebab selalu saja ada akibatnya. Begitu kata penduduk Banjar.  ONOM itu sebangsa makhluk halus. Orang Banjar, Kabupaten Ciamis, menyebutnya sebagai siluman. Siluman punya arti tersendiri untuk sebutan kelompok makhluk halus. Kata Sanusi (50) penduduk Purwaharja, siluman dikenakan kepada makhluk halus yang dulunya berujud manusia biasa. Namun karena “Ngahiang” (menghilang), dan menjadi makhluk halus, maka disebutnya sebagai siluman. Kata Sanusi lagi, sampai dengan tahun 1942 wilayah Kecamatan Purwaharja ini dikenal sebagai Kampung Siluman. Mengapa disebut begitu, sebab orang mengganggap bahwa kampung itu masuk areal atau wilayah kekuasaan bangsa onom. Bangsa onom konon punya kerajaan, Pulo Majeti namanya. Hingga kini, wilayah bernama Pulo Majeti masih tetap ada dan hingga kini pula, banyak diziarahi orang yang datang dari mana-mana, hingga dari luar Pulau Jawa. “Bagi mata biasa, Pulo Majeti hanya berupa gugusan pulau kecil di tengah rawa bernama Rawa Onom, seluas 947 ha. Namun bagi orang-orang tertentu, itu adalah sebuah kerajaan,” tutur Mamun (50)masih penduduk sekitar situ. Jurukunci Pulo Majeti, Bapak Omod mengabarkan bahwa yang berkuasa di Kerajaan  Onomadalah Prabu Selang Kuning. Istrinya bernama Ratu Gandawati. Dia punya aparat, yaitu Patih Kalintu dan abdi dalemnya adalah Mas Bugel,Ki Bedegel,Ki Rimpung dan Mas Jemblung. Setiap saat mereka berada di sana dan setiap saat mereka melayani permintaan para peziarah.Sisa-sisa kepercayaan terhadap Onom kini masih berkembang di sebagian kecil masyarakat, terutama yang tinggal sekitar pusat kekuatan Onom, yakni Pulo Majeti. Pulo Majeti ini dulunya berada di tengah-tengah Rawa Onom. Pulo Majeti inilah disinyalir sebagai pusatnya kerajaan Onom. Orang yang datang ke tempat ini tidak diperbolehkan mengeluarkan kata-kata yang sompral.
Kerajaan Bangsa Onom di Pulo Majeti yang dirajai oleh
Prabu Selang Kuning ini, kono
n dihormati pula oleh aparat pemda Kabupaten Ciamis. Percaya atau tidak, beberapa waktu yang lalu, bila di pemda akan mengadakan perayaan apa saja, seperti HUT Kabupaten atau HUT-RI misalnya, maka dari berbagai kalangan yang diundang, bangsa onom pun diundang pula. Sampai dengan dekade 1980-an bahkan pada acara-acara perayaan khusus, panitia pernah menyiapkan sebuah kuda yang sudah dihias. Kuda itu dibawa karnaval dalam keadaan kosong, artinya tanpa penunggang. Namun aneh, kuda itu ngosngosan seperti membawa beban berat. Konon, sebenarnya kuda itu ditunggangi oleh bangsa onom. Di lingkungan pendopo juga, suka disediakan sebuah kamar khusus buat “undangan khusus” ini. Di dalam kamar itu sudah dipersiapkan berbagai penganan dan juga pakaian baik pakaian untuk pria maupun untuk wanita. Kata orang tua pengatur tata-cara ini, bila ada hal-hal aneh, maka siapa pun jangan sekali-kali menggubrisnya.

2.3 Dijadikan tempat Ziarah oleh warga setempat
          Sungguh menakjubkan. Sekarang abad 21 di mana dunia tengah menghadapi era teknologi canggih. Namun demikian, kepercayaan akan dunia lain masih tetap dipertahankan. Contohnya kekuatan Rawa Onom dan Pulo Majeti ini. Maka banyaklah orang berziarah dan bertapa di sana untuk
minta berkah, seperti ingin diluluskan segala cita-citanya,
ingin dapat jodoh, dapat kerjaan, sampai kepada ingin anak lulus ujian. “Tapi berziarah ke Pulo Majeti segalanya harus serius dan harus dilakukan dengan tertib dan sopan. Kalau ada tindak kesombongan diperlihatkan di sini, akan ada risikonya!” tutur juru kunci. Demikian pula yang diakui oleh beberapa penziarah. Pernah ada yang datang namun tak percaya atas keberadaan hal-hal gaib Pulo Majeti. Maka mendadak sontak keanehan diperlihatkan. Pernah seseorang terkencing-kencing lari sebab katanya ada binatang aneh mengejar-ngejar terus. Sementara peziarah lain hanya menatap terbengong-bengong sebab apa yang ditakuti orang itu, malah tak terlihat oleh orang lain. Suatu malam buta, tiba-tiba hujan turun dengan deras, disertai kilat menyambar-nyambar. Namun selang beberapa lama kemudian, hujan berhenti dan seluruh pakaian pengunjung mendadak kering seperti tak pernah terguyur air sebelumnya.



BAB III PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Jadi, asal usul berdirinya Kerajaan Onom masih ada kaitannya dengan Kerajaan Galuh yang pada saat itu berkuasa hampir di seluruh tanah Sunda. Prabu Selang Kuning Sulaeman anom merupakan penguasa di Kerajaan Onom dan sekaligus dapat dikatakan dengan pendiri Kerajaan tersebut.
Namun Kerajaan Onom juga dapat dikatakan sebagai Kerajaan yang Misterius adanya, yang hancur dan jayanya Kerajaan masih belum di ketahui, karena Kerajaan Onom di yakini hilang begitu saja ke alam lain “sileum”.
Pada masa sekarang Kerajaan Onom dipercaya oleh warga setempat memiliki aura mistis yang sangat pekat adanya. Dan tak jarang juga banyak peziarah yang datang baik dari warga setempat maupun warga yang luardatang untuk meminta sesuatu yang bersifat keduniawian.

3.2   Kritik dan Saran
Mungkin dalam pembuatan makalah yang kami buat banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis bersedia menerima saran maupun kritik demi perbaikan selanjutnya.



DAFTAR PUSTAKA

dari media cetak harian Priangan dan Pikiran Rakyat
wawancara kepada juru kunci, kuncen serta warga setempat:
1.       Jurukunci Pulo Majeti, Bapak Omod
2.       Eming Surabraja, mantan Kepala Desa Purwaharja ke 17
3.       Sanusi (50) penduduk Purwaharja
4.       Mamun (50) penduduk kampung siluman
Kuncen Rawa Onom Ki Rosid

Manfaat Buah Pisang bagi Kesehatan

No comments:
WikiManfaat - Manfaat buah pisang bagi kesehatan. Buah pisang merupakan salah satu dari sekian banyak buah yang populer karena rasanya yang enak dan yang paling penting manfaatnya baginya kesehatan. Buah yang bentuknya menyerupai bulan sabit ini diyakini para ahli botani adalah tanaman pertama yang tumbuh di bumi. Koeppel dalam bukunya ; The Fate of the Fruit That Changed the World berpendapat bahwa buah pisang berasal dari surga, tidak sesuai dengan penafsiran mainstream bahwa buah yang dimakan oleh Nabi Adam dan Hawa adalah buah apel, melainkan buah pisang. Yah...percaya nggak percaya bergantung pada persepsi pembaca. Selain rasa dan manfaatnya, banyak orang yang melihat dari sisi komersilnya. Lebih dari 107 negara telah membudidayakan tanaman pisang. Pada tahun 2013 buah pisang berada pada peringkat ke-empat komoditas paling populer.

    Manfaat buah pisang bagi kesehatan    

buah pisang
ilustrasi buah pisang

Kandungan Nutrisi Buah Pisang

Satu buah pisang (kurang lebih 126 gram) terhitung dalam satuan saji. Takaran per saji mengandung 110 kalori, 30 gram karbohidrat dan 1 gram protein. Buah pisang tidak menganduk lemak jenuh dan sodium.Buah pisang mengandung vitamin dan mineral sebagai berikut :
  • Vitamin B6 - .5 mg
  • Manganese - .3 mg
  • Vitamin C - 9 mg
  • Potasium - 450 mg
  • Dietary Fiber - 3g
  • Protein - 1 g
  • Magnesium - 34 mg
  • Asam Folat - 25.0 mcg
  • Riboflavin - .1 mg
  • Niacin - .8 mg
  • Vitamin A - 81 IU
  • Zat Besi - .3 mg
*Konsumsi potasium yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah 4700 miligram per hari

Berikut Manfaat Buah Pisang

 1  Memelihara Kesehatan Jantung
Buah pisang dapat mengoptimalkan kinerja jantung. Kandungan potassium atau mineral elektrolitnya menjaga sirkulasi darah yang mengalir dalam tubuh. Tingginya kadar potassium namun kandungan sodiumnya yang rendah dapat mencegah tekanan darah tinggi.

 2  Menghilangkan Stress
Mengonsumsi buah pisang dapat membuat anda tertidur pulas karena vitamin B 6 yang terkandung di dalamnya serta magnesium yang membantu merilekskan otot

 3  Melancarkan Sistem Pencernaan dan Membantu Proses Diet
Sama halnya dengan buah naga, buah pisang mengandung kadar serat yang tinggi. Mengonsumsi satu buah pisang saja sudah memenuhi kurang lebih 10 persen kebutuhan serat per hari. Kandungan vitamin B 6 dalam buah juga dapat membantu mencegah penyakit diabetes (kadar gula darah yang tinggi) serta membantu menurunkan berat badan.

 4  Menjaga Kesehatan Mata
Wortel sangat dikenali dan digemari karena manfaatnya untuk kesehatan mata sama halnya dengan pisang. Berdasarkan riset National Institutes of Health, kandungan vitamin A buah pisang yang meski sedikit tetapi memenuhi kebutuhan harian vitamin A per buah sangat penting dalam menjaga dan melindungi kesehatan mata serta meningkatkan penglihatan pada malam hari. Vitamin A mengandung zat yang menjaga ketahanan membran pada mata dan merupakan elemen protein penting yang menghantarkan cahaya pada kornea.

 5  Menguatkan Tulang dan Gigi
Meskipun kalsium yang terdapat dalam buah pisang tidak banyak, menurut artikel dalam Journal of Physiology and Biochemistry tahun 2009, pisang mengandung zat fructooligosaccharides, elemen penting yang berperan meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap kalsium.

 6  Mengobati Kanker
Berdasarkan hasil riset, para ahli menyatakan bahwa mengonsumsi pisang secara teratur dapat mencegah pertumbuhan sel kanker. Penelitian yang berlangsung di Swedia mendapati pasien yang mengonsumsi empat sampai enam buah pisang dalam seminggu mengurangi pertumbuhan sel kanker hingga 40 persen. Hal ini disebabkan oleh tingginya kandungan antioksidan buah pisang.

Fakta Unik Buah Pisang
Berdasarkan bukti yang ditemukan para arkeolog di Papua Nugini bahwa pengolahan tanaman pisang sudah berlangsung sejak tahun 8000 SM, mereka berpendapat bahwa buah pisang merupakan buah pertama yang dibudidayakan di dunia. Pada umumnya tanaman pisang dapat ditemukan di daerah tropis dan subtropis seperti di Afrika, Asia, Australia dan Amerika. India merupakan penghasil pisang terbanyak di dunia, menghasilkan sekitar 23 persen dari jumlah total produksi buah pisang di dunia.

Itulah tadi kandungan, manfaat serta fakta unik buah pisang. Buah yang kaya akan manfaat ini tentunya sangat mudah ditemukan di pasaran. Semoga artikel manfaat buah pisang bagi kesehatan bermanfaat bagi para pembaca blog wikimanfaat

MAKALAH PENDIDIKAN BUDI PEKERTI

1 comment:

BAB I PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang Masalah
Perilaku serta budi pekerti dari para pelajar atau remaja saat ini sangatlah memprihatinkan, tingkah laku dari seorang siswa kini sudah jarang mencerminkan sebagai seorang pelajar. Diantara mereka cenderung bertutur kata yang kurang baik, terkadang mereka bertingkah laku tidak sopan dan tidak lagi patuh terhadap orang tua maupun terhadap gurunya. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kondusif tidaknya pendidikan budi pekerti yang mereka dapatkan, baik dari lingkungan sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Keluarga sebagai lingkungan pertama tentu saja memiliki factor yang penting dalam membentuk pola perilaku seorang anak. Dalam hal ini diantaranya melalui perhatian, kasih sayang serta penerapan budi pekerti yang baik dari orang tua terhadap anaknya. Terlepas dari itu peran sekolah sebagai wahana dalam penyampaian pengajaran dan pendidikan turut mempengaruhi pula tingkat perkembangan budi pekerti seorang anak.
Namun pengajaran budi pekerti di sekolah-sekolah pada saat ini belum diberikan secara mandiri, dalam arti masih terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Mata pelajaran yang dimaksud adalah Pendidikan Agama ataupun Pendidikan Pancasila, namun pada umumnya para pendidik jarang sekali menyentuh mengenai pendidikan budi pekertinya, karena pendidikan budi pekerti dianggap sebagai pemberian ceramah-ceramah saja.
Peranan Guru sebagai pentransfer ilmu sangatlah penting, seorang guru tidak hanya memberikan pendidikan itu dalam bentuk materi-materi saja, tetapi lebih dari itu harus dapat menyentuh sisi tauladannya. Sebab perilaku seorang gurulah yang pertama-tama dilihat siswanya. Seorang guru selain memberikan pendidikan yang bersifat materi pelajaran  juga harus memberikan contoh yang baik dalam sosialisasi kehidupan. Bagaimana murid akan berperilaku sesuai dengan yang diajarkan oleh gurunya, jika gurunya sendiri tidak pernah memberikan contoh yang baik terhadap anak didiknya.
Melihat pada pola atau rimin pengajaran budi pekerti tersebut di atas, maka pemahaman siswa mengenai konsep budi pekerti itu sangatlah sedikit, karena pengetahuan yang mereka terima mengenai pendidikan budi pekerti ini sangatlah terbatas. Tidak dapat dielakan lagi terhadap maraknya kasus tawuran antara pelajar,penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan bebas, ugal-ugalan dan tindak riminal lainnya yang makin meningkat. Keadaan ini sangatlah memprihatinkan masyarakat Indonesia yang dikenal sebagai  masyarakat yang beragama, beradab dan bebudaya. Jika ditinjau lebih luas lagi yaitu merebaknya kasus KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) di berbagai lembaga, baik lembga pemerintah maupun swasta, krisis kepercayaan dan sebagainya. Hal ini membuktikan tentang rendahnya moralitas masyarakat yang menunjukan  kurang terserapnya pendidikan  budi pekerti. Maka dari itu Pendidikan budi pekerti sebagai salah satu harta karun yang harus digali kembali dalam pendidikan di sekolah. Mengingat betapa pentingnya budi pekerti untuk terjaminnya moral bangsa yang baik.
1.2    Rumusan Masalah
1.     Dari lingkungan mana seseorang pertama kali mendapatkan pendidikan budi     pekerti ?
2.      Bagaimana pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah saat ini ?
3.     Bagaimana jika  pendidikan budi pekerti diberikan hanya dalam lingkungan keluarga saja ?
1.3 Tujuan Penulisan
1.                    Mengetahui pendidikan budi pekerti pertama kali didapat oleh seorang manusia.
2.                    Mengetahui pendidikan budi pekerti yang berlangsung di sekolah-sekolah saat ini.
3.      Mengetahui bahwa betapa pentingnya pendidikan budi pekerti sehingga pendidikan budi pekerti harus didapat dari berbagai lingkungan kehidupan. 
 BAB II LANDASAN TEORI
Sekolah sebagai lembaga formal diharapkan mampu mentransfer berbagai disiplin ilmu, budi pekerti dan keahlian. Sekolah sebagai lembaga pendidikan sangat diharapkan selain dapat menciptakan manusia yang menguasai iptek juga manusia yang memiliki imtak, yaitu manusia yang unggul secara intelektualitas, sosialitas dan keimanan. Konsep mengenai budi pekerti itu sendiri sangatlah mendalam, dimana budi pekerti dari tiap-tiap orang itu selain menunjukan pengaruh-pengaruh dasar pembawaannya juga sebagian besar dipengaruhi oleh berbagai pengalaman. Dimulai dari pengalaman yang didapat dari dalam lingkungan keluarga maupun pengalaman-pengalaman yang didapat dari lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.
Ki Hajar Dewantara mencontohkan di dalam bukunya yang berjudul Pendidikan (1977:487) “Bahwa pendidikan budi pekerti bagi anak-anak kecil,bisa dicontohkan oleh seorang pendidik atau guru dengan cara menganjur-anjurkan atau memerintahkan anak-anak untuk duduk yang baik, jangan berteriak-teriak agar tidak mengganggu anak yang lain,bersih badan dan pakaian, hormat terhadap ibu bapak, menolong orang lain yang perlu  pertolongan dan sebagainya. Untuk anak yang sudah akhil baligh atau sudah dapat berfikir, yaitu dengan memberi kesadaran tentang berbagai kebaikan dan keburukan namun selalu atas dasar pengetahuan, kenyataan dan kebenaran. Anak-anak yang mulai dewasa dilatih untuk melaksanakan berbagai kebaikan , seperti melatih mereka untuk berpuasa, menahan hawa nafsu.
Untuk yang sudah dewasa, mereka diusahakan supaya jangan bersikap kosong atau ragu-ragu, mungkin kadang-kadang terombang-ambing oleh keadaan –keadaan yang tidak mereka alami sebelumnya. Mereka harus sudah mengerti akan adanya hubungan antara tata tertib lahir dan kedamaian bathin, dan  harus sudah cukup berlatih dan terbiasa untuk mengusai dirinya.”
Pelajaran mengenai pendidikan budi pekerti sebenarnya pernah diberikan disekolah-sekolah hingga tahun 1970-an. Selanjutnya pelajaran itu dihilangkan dan disisipkan dengan mata pelajaran lain. Hal ini sesuai dengan pendapat Dedi Supriadi (2004:168) “Bahwa pendidikan budi pekerti baik sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri maupun digandengkan dengan mata pelajaran Pendidikan Agama dapat dikatakan telah ditinggalkan sejak diterapkannya kurikulum 1968. Selama kurun waktu tersebut, pendidikan budi pekerti masih sempat disisipkan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama, PMP dan PPKn. Karena namanya juga disisipkan, maka materi budi pekerti tidak menjadi primadona dalam kurikulum pendidikan.”
Pendidikan budi pekerti pertama kali diperkenalkan dalam kurikulum 1947 sebagai salah satu dari 16 mata pelajaran SD yang berdiri sendiri dan terpisah dari Pendidikan Agama. Pada tingkat SLTP, pendidikan budi pekerti telah muncul dalam kurikulum 1962 dengan nama “Budi Pekerti” yang sekaligus merupakan salah satu dari 9 kelompok mata pelajaran yang terpisah dari mata pelajaran Agama. Namun materi pendidikan budi pekerti tidak diperlakukan sebagai suatu mata pelajaran khusus melainkan disisipkan dalam semua mata pelajaran SMP dan kegiatan sekolah. Sedangkan tingkat SLTA, pendidikan budi pekerti tidak pernah dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk diajarkan. Hal ini tampak dari tidak pernah tercantumnya budi pekerti dalam kurikulum SLTA, dengan asumsi bahwa ditingkat SLTA muatan pendidikan lebih banyak diarahkan pada pengembangan kemampuan akademik untuk bekal studi lanjut atau keterampilan produktif untuk hidup ditengah masyarakat.( Dedi Supriadi, 2004:162-168)
Tujuan dari pendidikan budi pekerti itu sendiri ialah membina dan membangun kejiwaan serta keadaan seorang anak, sehingga anak tidak akan terpengaruh oleh lingkungan atau pergaulan yang merugikan dan kalaupun mereka masih juga salah pilih, maka setidak-tidaknya mereka sudah dapat berfikir secara bertanggung jawab dan di dalam diri mereka sudah terbentuk suatu pundamen moral yang baik sebagaimana yang diharapkan.

BAB III PEMBAHASAN
Masyarakat Indonesiapada umumnya mendapatkan pendidikan budi pekerti pertama kali dari lingkungan keluarga. Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan Ngalim Purwanto M.P (1987 :148) bahwa “ Lingkungan pendidikan dimulai dari lingkungan keluarga, yang kedua dari lingkungan  pendidikan sekolah dan ketiga dari lingkungan pendidikan masyarakat”. Berdasarkan uraian tersebut diatas jelaslah bahwa lingkungan keluarga berperan sebagai pusat pendidikan pertama  dan yang terpenting dan yang meyediakan kebutuhan biologis dari seorang anak . Dalam hal ini diantaranya melalui perhatian dan kasih sayang serta penerapan budi pekerti yang baik. Karena sejak timbulnya adab kemanusiaan hingga kini, lingkungan  keluarga akan mempengaruhi tumbuhnya budi pekerti dari tiap-tiap manusia.
Selanjutnya pendidikan akan didapatkan dari lingkungan sekolah, Ki Hajar Dewantara (1977:374) mengemukakan bahwa “Pendidikan sekolah hanya disandarkan pada aturan pengajaran dengan system sekolah, dimana udara yang ada hanya udara intelektualisme, sekolah cenderung memberikan keilmuan yang bersifat rasionalitas saja sehingga tidak dipungkiri terabaikannya moralitas siswa”. Terlepas dari itu masih terdapat guru yang mengutamakan terselesaikannya target kurikulum dalam satu tahun ajaran ketimbang mengedepankan implementasinya dari sikap dan sifat siswa. Berdasarkan uraian tersebut pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah saat ini bisa dikatakan masih kurang. Terbukti bahwa pada umumnya bahwa pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah saat ini masih kurang dan belum menunjang terhadap sikap dan perilaku siswa.
Seharusnya pendidikan budi pekerti sebaiknya diberikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara (1977:384) bahwa “Seorang anak pada waktu berumur 3,5 tahun sampai 7 tahun belum memiliki budi pekerti yang tertentu, masih berjiwa global yang bertingkat sederhana. Oleh sebab itu dapatlah kesan-kesan dari luar mempengaruhi tabiat kanak-kanak yang menjadi pembawaannya sendiri didalam tumbuhnya jiwa anak untuk seterusnya. Sangat jelaslah bahwa dalam masa kanak-kanak mudah menerima kesan-kesan serta pengaruh-pengaruh dari luar jiwanya, kesan-kesan dan pengaruh-pengaruh tersebut masuk kedalam jiwa kanak-kanak yang sangat mempengaruhi hidup tumbuhnya untuk seterusnya, dengan anggapan bahwa bahwa jika anak tidak baik dasarnya maka pendidikan budi pekerti sangatlah perlu agar bertambah baik budi pekertinya dan kalaupun sudah baik dasarnya, pendidikan budi pekerti masih sangat perlu, karena tidak jarang anak-anak yang baik dasarnya karena pengaruh-pengaruh keadaan lingkungan yang buruk,maka bisa menjadi tidak baik.
Kita dapat menanggapi bahwa pendidikan budi pekerti diberikan mulai dari tingkat taman kanak-kanak, dengan anggapan bahwa masa kanak-kanak adalah masa peka, yaitu suatu masa dimana mudah menerima kesan-kesan yang akan mempengaruhi pembentukan perilaku seterusnya. Masa kanak-kanakharus sudah diberikan pendidikan budi pekerti yaitu melalui kebiasaan-kebiasaan bertingkah laku . Dalam hal ini orang tualah yang pertama-tama  melatih kebiasaan-kebiasan anak dalam segala tingkah lakunya berdasarkan baik buruknya keyakinan yang dianut menurut orang tuanya.
Pendidikan budi pekerti yang diajarkan di tingkat sekolah Tamankanak-kanak yaitu hanya melalui contoh-contoh serta pembiasaan-pembiasaan seperti menganjurkan anak-anak untuk duduk yang baik, tidak mengganggu temannya yang lain , membuang sampah pada tempatnya, menolong teman yang perlu ditolong. Pendidikan budi pekerti yang diajarkan di Sekolah Dasar yaitu selain melalui pembiasaan-pembiasaan,kepada mereka juga diberikan pengertian-pengertian tentang apa itu budi pekerti. Pendidikan budi pekerti di tingkat Sekolah Menengah disamping memberikan pengertian juga melatih mereka terhadap perilaku yang disengaja seperti berpuasa, menahan hawa nafsu dan lain sebagainya.
Pengaruh hidup keluarga terus menerus dialami oleh anak-anak terutama pada masa peka atau berusia 3,5 tahun sampai dengan 7 tahun, seperti diketahui bahwa budi pekerti dari tiap-tiap orang itu selain menunjukan pengaruh dari dasar pembawaannya juga sebagian besar tergantung pada pengaruh-pengaruh dari pengalaman-pengalaman pada masa tersebut, sesuai dengan pola hidup masing-masing keluarga. Dalam hal ini orang tua sangat berperan dalam pembentukan norma-norma serta pemberian kasih sayang melalui perhatian, namun masyarakat masih menganggap bahwa tidak setiap orang tua dapat memberikan kebutuhan akan perhatian yang cukup serta perilaku yang dapat dijadikan contoh oleh seorang anak. Pendidikan budi pekerti tidak cukup diberikan di lingkungan keluarga saja, dengan anggapan tidak setiap orang tua mampu memberikan perhatian serta contoh perilaku yang baik terhadap anaknya. Maka dari itu, perlunya pendidikan budi pekerti secara mendalam dalam lembaga-lembaga formal. Akan tetapi, pendidikan budi pekerti tidak cukup diberikan melalui  contoh perilaku saja, dengan anggapan bahwa setiap guru mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menampilkan sosok yang dapat dijadikan contoh tauladan bagi siswanya.Disamping itu pendidikan budi pekerti tidak cukup diberikan melalui mata pelajaran tertentu seperti mata pelajaran Pendidikan Agama dan Pendidikan Pancasila, dengan anggapan bahwa pendidikan budi pekerti akan menjadi salah satu sub pokok bahasan  saja dari mata pelajaran tersebut sehingga tidak akan efektip dalam membangun kecerdasan moral siswa. Pendidikan budi pekerti perlu diberikan secara khusus melalui jam-jam tertentu seperti bidang studi yang lain, dengan begitu nilai yang terkandung dalam pendidikan budi pekerti itu dapat diberikan dengan waktu yang cukup, sehingga siswa lebih banyak kesempatan untuk memperoleh pengajaran mengenai pendidikan budi pekerti.
 BAB IV PENUTUP
4.1      Kesimpulan
Dari pembahasan itu penulis dapat menarik kesimpulan tentang pentingnya pendidikan budi pekerti. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut :
a.  Pendidikan budi pekerti yang ada di sekolah-sekolah saat ini dianggap masih kurang menunjang. Dalam hal ini pendidikan budi pekerti masih terintegrasi dengan mata pelajaran lain.
b. Pendidikan budi pekerti tidak cukup diberikan di lingkungan keluarga saja. Pendidikan budi pekerti perlu diberikan secara formal di sekolah-sekolah. Namun pendidikan budi pekerti tidak cukup hanya melalui contoh-contoh perilaku saja dan tidak cukup diberikan melalui mata pelajaran tertentu saja . Pendidikan budi pekerti perlu diberikan  secara khusus melalui jam-jam tertentu seperti bidang studi yang lain.
2.      Saran-Saran
Berdasarkan hasil pembahasan serta kesimpulan mengenai pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah, maka dapat ditemukan saran-saran sebagai berikut :
a.       Proses pendidikan di sekolah sangat membelenggu peserta didik bahkan juga para guru. Hal ini bukan hanya formalisme sekolah dan bukan hanya dalam hal administrasi, tetapi juga dalam proses belajar mengajar yang cenderung sangat ketat. Disamping itu karena beban kurikulum yang sangat berat dan hampir sepenuhnya diorientasikan pada pengembangan kognitif belaka.        
Akibatnya hampir tidak tersisa lagi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas kognitis, afeksi dan psikomotoriknya. Oleh karena itu pemerintah dianjurkan untuk mengadakan evaluasi terhadap kurikulum sekolah yang sedang berlaku saat ini.
b.       Pendidikan budi pekerti bukan hanya tanggung jawab sekolah saja, tetapi juga tanggung jawab keluarga dan lingkungan social atau masyarakat. Jadi meski sekolah misalnya menyelenggarakan pendidikan budi pekerti, tetapi lingkungan keluarga atau masyarakat tidak menunjang, maka pendidikan budi pekerti di sekolah-sekolah akan tidak banyak artinya. Oleh karena itu keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama sudah tentu bertanggung jawab dalam perkembangan perilaku anak. Orang tua dalam hal ini harus dapat memberikan kebutuhan akan perhatian serta dapat memberikan contoh perilaku yang dapat dijadikan tauladan bagi anaknya.
 DAFTAR PUSTAKA

Dedi Supriadi (2004) Membangun Bangsa Melalui Pendidikan . Bandung : Remaja Rosdakarya
Ki Hajar Dewantara (1977) Pendidikan. Yogyakarta : majelis Luhur persatuan   taman Siswa.
Ngalim Purwanto M.P (1987) Ilmu Pendidikan (Teoritis dan Praktis).Bandung Remaja Karya.
Suharsini Arikunto (1992) Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktis.Jakarta Rineka cipta.
Winarno Surakhmad (1994) Pengantar Penelitian Ilmiah. Bandung

Makalah Jong Islamieten Bond

1 comment:

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pegerakan nasional adalah perjuangan yang mengikutsertakan seluruh rakyat Indonesia. Latar belakang timbulnya pergerakan nasional adalah rasa senasib dan sepenanggungan, penderitaan rakyat akibat penjajahan, rakyat yang tidak mempunyi tempat untuk mengadu nasib, adanya golongan terpelajar yang sadar akan perjuangan, dan kemenangan jepang melawan rusia pada tahun 1905.
Nasionalisme Indonesia dimulai sebenarnya dengan nasionalisme Islam”. Katanya lagi, “Sesuatu gerakan yang penting di Indonesia mulanya adalah gerakan orang-orang Islam. Mereka yang bergerak di bawah panji-panji yang bukan Islam kebanyakannya terdiri dari mereka yang telah meninggalkan tempat buaian mereka semula, tempat mereka mula-mula sekali mengecap asam garam pergerakan.
Hal ini dapat kita buktikan. Beberapa tokoh pergerakan nasional terkemuka dari berbagai aliran berasal dari gerakan Islam. Untuk aliran nasionalisme radikal Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) tadinya berasal dari Sarekat Islam (SI). Soekarno sendiri pernah menjadi guru Muhammadiyah dan pernah nyantri di bawah bimbingan Tjokroaminoto. Bahkan beberapa tokoh-tokoh PKI zaman pergerakan nasional berasal dan terinspirasi oleh perjuangan SI. Tan Malaka sendiri, yang menurut Kahin, adalah seorang Komunis Nasionalis dan pendiri partai Murba, berasal dari SI Jakarta dan Semarang. Ia dibesarkan dalam suasana semangatnya gerakan modernis Islam Kaoem Moeda di Sumatera Barat (Poeze: 1988). Umat Islam menduduki peran utama dalam gerakan politik dan militer. Semua perang yang terjadi bersukma dari seruan jihad, perang suci. Sewaktu Pangeran Diponegoro–pemimpin Perang Jawa–memanggil sukarelawan, maka kebanyakan mereka yang tergugah adalah para ulama dan ustadz dari pelosok desa. Pemberontakan petani menentang penindasan yang berlangsung terus-menerus sepanjang abad ke-19 selalu di bawah bendera Islam. Tindakan ini menyebabkan ia lebih dicintai dan dihormati rakyatnya.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana latar belakang berdirinya Jong Islamieten Bond.
2.      Bagaimana perkembangan Jong Islamieten Bond pasca di dirikannya organisasi tersebut.
3.      Bagaimana peranan Jong Islamieten Bond sebagai organisasi islam terhadap pergerakan nasional Indaonesia.
4.       
1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui latar belakang berdirinya Jong Islamieten Bond.
2.      Untuk mengetahui perkembangan Jong Islamieten Bond.
3.      Untuk mengetahui peranan Jong Islamieten Bond sebagai bagian dari organisasi pemuda Islam di kancah pergerakan nasional Indonesia.

1.4  Manfaat
1.      Sebagai sumber informasi dan pengetahuan atas pegerakan pemuda Islam khususnya Jong Islamieten Bond dalam pergerakan nasional Indonesia.
2.      Sebagai motivasi untuk melanjutkan perjuangan bangsa di masa sekarang dan selanjutnya dalam bentuk yang berbeda.
3.      Sebagai suatu pengalaman bangsa atas persatuan dan kesatuan RI pada masa penjajahan dan pergerakan nasional.
1.5  Metode
    Adapun metode yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan buku-buku sumber yang berkaitan dengan Pergerakan Nasional Indonesia khususnya Jong Islamieten Bond, kemudian mencari informasi dari media cetak maupun media elektronik, semisal koran, televisi, internet dll.
  








BAB II
PEMBAHASAN
Meningkatnya radikalisme Pergerakan Nasional mempengaruhi Bergsma ditangkap dan diasingkan. Tan Malaka memilih Jong Java untuk tak bergerak di bidang politik. Dalam kongres ke-7, akibat pengaruh Sarekat Islam, usul ketua Jong Java Syamsuridjal agar anggota yang sudah berusia 18 tahun diberi kebebasan berpolitik dan memasukan program memajukan agama islam, mendapat tantangan dari anggota. Adanya program memajukan agama Islam didorong oleh H. Agus Salim, seorang tokoh Sarekat Islam dengan alasan peranan agama sangat besar dalam mencapai cita-cita Indonesia. Usul ini di tolak dan yang menyetujui berpolitik, mendirikan Jong Islamieten Bond (JIB) dengan agama sebagai dasar perjuangan.
Jong Islamieten Bond didirikan pada tanggal 1 Januari 1925 atas prakarsa Sjamsoeridjal dan didukung H. Agus Salim. Pergerakan Jong Islamieten Bond didasarkan pada Islam dan nasionalisme Indonesia. Jong Islamieten Bond berkembang menjadi suatu wadah untuk mendidik kaum muda Islam hingga menjadi kader-kader yang mempunyai dasar keislaman yang kokoh dan Jong Islamieten Bond menjadi suatu organisasi yang secara politik sangat penting dalam pergerakan pemuda Islam dalam usaha untuk menumbangkan kekuasaan bangsa Belanda di Indonesia. Peranan Jong Islamieten Bond sebagai bagian dari organisasi pemuda Islam di kancah pergerakan nasional Indonesia tahun 1925-1942 antara lain (a) menggagas nasionalisme Indonesia, (b) mendirikan Nationale Indonesische Padvinderij (NATIPIJ) dan (c) meningkatkan derajat pendidikan.
Anggotanya kebanyakan adalah golongan elit yang berpendidikan Barat yang masih ingin memegang teguh keislaman. Dengan berdirinya Jong Islamieten Bond. S.M. Kartosuwiryo terjun ke dalam politik ketika memasuki perhimpunan “Jong Java” di Jakarta, dimana karena ketekunan dan keaktifannya ia pernah menjadi ketuanya. Ketika anggota-anggota Jong Java yang lebih mengutamakan ke-Islam-annya keluar dari Jong Java dan mendirikan Jong Islamieten Bond pada tahun 1925. Kartosuwiryo pindah organisasi ini, dan tidak lama kemudian menjadi ketua cabang Jong Islamieten Bond di Surabaya.
Sejak tahun 1915 telah berdiri sejumlah besar organisasi kepemudaan bersifat kedaerahan, seperti Tri Koro Darmo yang kemudian menjadi Jong Java (1915), Jong Sumatranen Bond (1917), Jong Islamieten bond (1924), Jong Batak, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rukun dan Pemuda Kaum Betawi. Namun semua organisasi tersebut bersifat kedaerahan dan kelompok khusus. Yang mungkin sedikit berbeda adalah Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang berdiri setelah selesai Kongres Pemuda I pada tahun 1926. PPPI merupakan wadah pemuda nasionalis radikal non kedaerahan. Tokoh-tokohnya adalah Sigit, Soegondo Djojopoespito, Suwirjo, S. Reksodipoetro, Muhammad Yamin, A. K Gani, Tamzil, Soenarko, Soemanang, dan Amir Sjarifudin. Atas prakarsa PPPI kongres ke II diadakan.
Dalam penerbitan P.I (koran Pemoeda Indonesia) no 8 tahun 1928, terdapat artikel dengan judul “KERAPATAN PEMOEDA-PEMOEDA INDONESIA”. Disitu dijelaskan :
Sebagaimana yang telah diwartakan dalam P.I no.6 dan 7, di Jacatra telah diadakan kerapatan besar Pemoeda-pemoeda Indonesia pada tanggal 27 dan 28 Oktober. Pimpinan kerapatan ialah terdiri dari wakil-wakil, Perhimpunan Pelajar-pelajar Indonesia, Pemoeda Indonesia, Pemoeda Soematera, Jong Java, Jong Celebes, Jong Batak Pemoeda Kaum Betawi, Jong Islamieten Bond (JIB) dan Sekar Roekoen. Selanjutnya juga diberitakan bahwa kerapatan dikunjungi beratus-ratus orang, dimana bagi siapa yang menyaksikan sendiri akan berbesar hati karena pemoeda-pemoeda kita bukan baru mencita-citakan saja, tapi telah tegak berdiri dipusat persatuan dan kebangsaan . Dalam kesempatan inipun telah diperdengarkan untuk pertama kali kepada umum oleh Pemoeda W.R.Soepratman, lagu INDONESIA RAJA.
Dalam POETOESAN CONGRES PEMOEDA-PEMOEDI INDONESIA, tercatat bahwa Poetra dan Poetri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia. Poetra dan Poetri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Poetra dan Poetri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Sebagai realisasi penyatuan ini, pada tanggal 31 Desember 1930 jam 12 malam, Jong Java, Perhimpunan Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, Pemoeda Soematra (awalnya bernama Jong Sumatranen Bond) telah berfusi menjadi satu dan membentuk Perkoempoelan “INDONESIA MOEDA”.
Para anggota panitia Kongres Pemuda ke II, terdiri dari pemuda-pemudi Indonesia yang dikemudian hari amat berperan dalam gerakan pemuda yang memperjuangkan kebangsaan dan kemerdekaan. Diantaranya terdapat nama, Soegondo Djojopoespito dari PPPI (ketua), Djoko Marsaid dari Jong Java (wakil ketua), Muhammad Yamin dari Jong Sumatranen Bond (Sekretaris), Amir Sjarifudin dari Jong Sumatranen Bond (bendahara), Djohan Mu.Tjai dari Jong Islamieten Bond. Kontjosoengkoeno dari P.I, Senduk dari Jong Celebes, J.Lemeina dari Jong Ambon dan Rohyani dari Pemoeda Kaum Betawi. Panitia didukung tokoh-tokoh senior seperti Mr.Sartono, Mr.Muh Nazif, A.I.Z Mononutu, Mr.Soenario. Dalam kongres ikut berbicara tokoh-tokoh besar kebangsaan lainnya seperti S. Mangoensarkoro, Ki Hadjar Dewantoro dan Djokosarwono. Hadir sebagai undangan sekitar 750 orang dimana terdapat nama-nama yang kemudian terkenal seperti Kartakusumah (PNI Bandung), Abdulrachman (B.O Jakarta), Karto Soewirjo (P.B Sarekat Islam), Muh. Roem, Soewirjo, Sumanang, Masdani, Anwari, Tamzil, AK Gani, Kasman Singodimedjo, Saerun (wartawan Keng Po), WR Supratman. Dari Volksraad yang hadir adalah Soerjono dan Soekawati dan dari pihak Pemerintah Hindia Belanda yang hadir adalah Dr.Pyper dan Van der Plas.
Jelas bahwa kongres pemuda ke II dimana diikrarkan Sumpah Pemuda bukan pekerjaan dalam sedikit waktu saja, dan terang juga bukan hasil usaha dari beberapa gelintir orang saja. Hal ini merupakan perjuangan panjang sejak Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908. Bahkan ada sebuah peristiwa lainnya yaitu ketika tahun 1904 Dr A,Rivai lulus ujian dokter sebagai Nederland Arts di Utrecht Belanda, pupus sudahlah anggapan jelek bahwa bangsa Indonesia itu “Laksheid”. Kata ini amat sakit didengar karena berarti pemalas, tidak punya kemauan bekerja atau berbuat sesuatu.
Setelah Indonesia muda terbentuk, berarti pemuda Indonesia memiliki organisasi kepemudaan nasional yang solid, kuat dan bercita-cita menuju kemerdekaan yang lebih pasti. Anggota IM terdiri dari semua pemuda seperti anak-anak SLP, SLA, sekolah khusus, kejuruan sederajat dan mahasiswa. Sejak tahun 1931 kongres demi kongres diadakan sehingga lebih menampakkan eksistensinya. Nyatanya memang IM tidak berafiliasi dengan partai politik.
Sejarah kemudian membuktikan bahwa modal kejuangan diatas amat penting artinya pasca penjajahan Jepang (1942-1945), dimana api Revolusi Kemerdekaan mulai dinyalakan dengan kesadaran adanya kesatuan dan persatuan kebangsaan yang bermotifkan pantang untuk dijajah kembali oleh kekuatan asing apapun bentuknya. Proklamasi Kemerdekaan mengawali "Revolusi Pemoeda", dan berahir ketika penjajah terahir di Indonesia yaitu Imperium Belanda menyatakan pengakuannya pada Kemerdekaan Republik Indonesia Serikat pada tanggal 27 Desember 1949. Tidak sampai 1 tahun kemudian, RIS bubar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk kembali pada tanggal 17 Agustus 1950.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jadi, pergerakan nasional Indonesia terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan baik itu ekonomi, politik, social, budaya maupun agama. Terutama factor agama yang  sangat berperan besar dalam pergerakan nasional terutama dalam meningkatkan rasa  persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan berdirinya oraganisasi berlandaskan Islam seperti Jong Islamieten Bond sendiri merupakan hasil gerakan pemuda dalam menciptakan suatu perkumpulan pemuda muslim yang kelak akan tercetuslah “Sumpah Pemuda” pada tanggal 28 oktober 1928 sebagai hasil dari persatuan dan kesatuan dari berbagai organisasi di Nusantara ini,  yang akhirnya mengantarkan Indonesia ke depan pintu kemerdekaan Indonesia.

3.2 Saran
           
Mungkin dalam pembuatan makalah yang kami buat banyak kekurangan dan kesalahan, maka dari itu penulis bersedia menerima saran maupun kritik demi perbaikan selanjutnya.





DAFTAR PUSTAKA

Koran P.I.no.8 tahun 1928.
Yayasan Gedung Bersejarah, 45 tahun Sumpah Pemuda, 1974, hal 59-60
Hanifah Abu, renungan tentang sumpah pemuda.dalam Bunga rampai Soempah Pemoeda. Balai Pustaka.

 Ngroho Notosusanto dkk. 1992. SNI III untuk SLTA. Jakarta: Depdikbud.